RSS

Tanpa Mendengar Tunarungu-pun bisa Menari

Nusa Dua - Serombongan penari laki-laki dan perempuan muda bergerak gemulai. Gerakan mereka sempurna. Tidak ada satu gerakan pun yang tidak seirama, saling bertubrukan misalnya. Semua serba pas.

Sedari awal gerakan, iringan suara musik terus mengalun. Mengiringi dan menegaskan setiap ketukan gerak para penari. Antara musik dan gerak dua puluh penari tersebut seolah menyatu. Padahal, para penari tersebut tuna rungu dan tuna wicara. Bagaimana mereka bisa menari?

Hanya kesabaran, keuletan dan kemauan yang mendorong para penari tersebut bisa membawakan tarian dengan sempurna. Kalaupun ada kesesuaian antara musik pengiring dengan gerak tarian, itu karena mereka telah hafal setiap detail gerak yang harus dibawakan. Didukung, tanda dari para pemandu gerak.
(Miftahul Ulum /Sindo/fit)

Kenapa Pengelihatan Seorang Tunarungu Tajam?

Ilmuan diInggris menemukan bahwa retina mata pada seorang yang terlahir sebagai tunarungu atau kehilangan pendengaran pada usia dini,mengalami organ penglihatan yang berbeda pada mereka yang penglihatannya normal.
Penelitian dari Universitar Sheffield menyatakan,sel-sel syaraf pada retina mata penderita tunarungu tersebar dalam pola yang berbeda dibanding yang pendengarannya normal.Ini membuat mereka mampu memprioritaskan apa yang tampak pada pengelihatan perifer terjauh menjadi dekat dengan pendengaran mereka.Pengelihatan perifer adalah pandangan atau pengelihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling.Kemampuan ini disebut juga pengelihatan luas,yakni mampu melihat berbagai hal yang berada jauh dari titik fokus pengelihatan.

Tunarungu

        Tunarungu adalah individu ang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen .Klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran :
            1.Gangguan pendengaran sangat ringan (25-40dB)
            2.Gangguan pendengaran ringan (41-55dB )
            3.Gangguan pendengaran sedang (56-70dB )
            4.Gangguan pendengaran berat (71-90dB)
            5.Gangguan pendengaran ekstrem/tuh (diatas 91dB)